Portal SiangMembuka Dunia Baru: Destinasi Wisata yang Masih Perawan, Dari Akropolis yang megah di Athena hingga Lapangan Santo Markus yang memesona di Venesia, destinasi wisata yang sudah mapan telah lama menjadi magnet bagi para pelancong. Namun, sebuah inisiatif dari Organisasi Pariwisata Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa telah menyoroti potensi tempat-tempat yang jarang terjamah, membuka peluang baru bagi para wisatawan dan juga masyarakat lokal.

Edisi ketiga daftar “Desa Pariwisata Terbaik” UNWTO, yang dirilis pada 19 Oktober di Sidang Umum di Samarkand, Uzbekistan, menyoroti 54 destinasi pedesaan di seluruh dunia yang masih belum dikenal secara luas, namun menawarkan keindahan alam dan warisan budaya yang tak tertandingi.

Membuka Dunia Baru: Destinasi Wisata yang Masih Perawan

Contoh yang sangat menginspirasi adalah Alquézar, sebuah desa di Aragon, Spanyol, yang terpilih sebagai salah satu Desa Pariwisata Terbaik UNWTO pada tahun 2022. Terletak sekitar tiga jam berkendara di sebelah barat laut Barcelona, desa ini menawarkan pesona sejarah yang kental dengan keindahan Taman Alam Sierra y Cañones de Guara di sekitarnya. Dari pemandangan pegunungan yang menakjubkan hingga petualangan mendaki dan menjelajahi gua-gua alam, Alquézar menawarkan pengalaman wisata yang tak terlupakan.

“Ini bukan hanya tentang keindahan luar biasa,” kata Sandra Carvao, direktur daya saing pariwisata di UNWTO. “Setiap desa harus memiliki warisan budaya dan alam yang luar biasa, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana mereka merawat dan memanfaatkannya untuk kesejahteraan masyarakat setempat.”

Di Alquézar, misalnya, pemerintah setempat telah meluncurkan program ruang penitipan anak gratis yang beroperasi di luar jam kerja normal, membantu staf pariwisata yang bekerja di restoran, hotel, dan sektor pariwisata lainnya yang seringkali memiliki jadwal kerja yang tidak menentu.

Konsep yang serupa juga terjadi di Angochagua, sebuah desa di pegunungan Andes Ekuador. Di sini, pengunjung dapat merasakan kehidupan sehari-hari bersama suku Caranqui, mengikuti kelas memasak tradisional, atau belajar seni kerajinan tangan khas suku tersebut.

Namun, kunjungan ke tempat-tempat seperti ini tidak selalu berarti menginap di rumah-rumah lokal. Angochagua, misalnya, menjadi rumah bagi Hacienda Zuleta, sebuah peternakan dan properti bintang lima yang menawarkan pengalaman wisata unik di tengah alam pegunungan. Jangan lupa kunjungi artikel sebelumnya Meningkatkan Potensi Wisata Desa di Desa Jetak Probolinggo

Di balik layar, komunitas-komunitas ini juga aktif dalam program reboisasi dan pelestarian lingkungan. Mereka berupaya keras untuk mempertahankan kelestarian alam dan budaya mereka, serta memberdayakan warga lokal dengan pelatihan dan peluang kerja di sektor pariwisata.

Tahun demi tahun, persaingan untuk masuk dalam daftar “Desa Pariwisata Terbaik” UNWTO semakin ketat. Setiap tahun, ratusan nominasi dari seluruh dunia dipertimbangkan oleh dewan penasehat yang beranggotakan para ahli pariwisata. Kriteria penilaian meliputi kekayaan alam dan budaya, praktik keberlanjutan, kepemimpinan dalam pengembangan pariwisata, serta infrastruktur yang tersedia. Berikut adalah lima desa yang dapat diakses dengan mudah dari kota-kota besar dan menawarkan pengalaman wisata yang belum terjamah secara luas:

  1. Bei, Jepang: Dikelilingi oleh pegunungan dan lembah yang hijau, Bei adalah tempat yang sempurna untuk mengalami kehidupan pedesaan Jepang yang otentik.
  2. Manteigas, Portugal: Terletak di Taman Nasional Serra da Estrela, Manteigas menawarkan pemandangan alam yang spektakuler dan kehidupan pedesaan yang damai.
  3. Paucartambo, Peru: Terkenal dengan festival budaya dan arsitektur kolonialnya yang memesona, Paucartambo adalah pintu gerbang menuju keajaiban alam Amazon.
  4. Tân Hoá, Vietnam: Terletak di kaki Pegunungan Annamite, Tân Hoá menawarkan pesona alam yang menakjubkan dan budaya Vietnam yang kaya.
  5. Caleta Tortel, Chile: Tersembunyi di Taman Nasional Bernardo O’Higgins, Caleta Tortel adalah surga bagi pecinta alam dengan jaringan jembatan kayu yang menghubungkan desa ini yang unik dengan alam liar Patagonia.

Dengan inisiatif seperti ini, UNWTO berharap dapat mengalihkan perhatian wisatawan ke tempat-tempat yang masih perawan, memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat lokal, dan memperkuat keberagaman budaya dan alam di seluruh dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *